Satgas Yonif 142 Borong Umbi, Bangkitkan Ekonomi Warga Puncak

    Satgas Yonif 142 Borong Umbi, Bangkitkan Ekonomi Warga Puncak
    Satgas Batalyon Infanteri 142/Ksatria Jaya memborong hasil tani lokal, yaitu umbi-umbian, langsung dari tangan para petani kehidupan ekonomi warga Distrik Agandugume. Pada Sabtu, (28/2/2026).

    PUNCAK - Di tengah hamparan pegunungan Kabupaten Puncak, Papua Tengah, sebuah inisiatif menyentuh hati menggulirkan kehidupan ekonomi warga Distrik Agandugume. Pada Sabtu, (28/2/2026), Pos Agandugume dari Satgas Batalyon Infanteri 142/Ksatria Jaya mengambil langkah nyata dengan memborong hasil tani lokal, yaitu umbi-umbian, langsung dari tangan para petani.

    Langkah pembelian hasil kebun ini bukan sekadar transaksi dagang biasa. Ini adalah bentuk dukungan tulus kepada para petani yang menggantungkan hidup pada penjualan umbi-umbian untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebuah sentuhan yang terasa langsung ke dalam pendapatan keluarga di wilayah pegunungan yang penuh tantangan ini.

    “Kami ingin memastikan hasil tani masyarakat dapat terjual dengan baik. Dengan cara ini, kami berharap ada dampak langsung bagi kebutuhan keluarga mereka serta membantu menjaga stabilitas ekonomi kampung, ” ujar Danpos Agandugume, Kapten Inf Muh. Zandra, pada Sabtu (28/2/2026).

    Kapten Inf Muh. Zandra menambahkan, pendekatan teritorial yang dijalankan oleh para prajurit di wilayah penugasan senantiasa berupaya menyentuh kebutuhan riil masyarakat. Termasuk, memperkuat sektor pertanian yang menjadi urat nadi perekonomian warga Agandugume.

    Sambutan hangat datang dari warga. Mereka mengungkapkan rasa syukur karena hasil kebun yang biasanya dijual bertahap, kini terserap sekaligus. Hal ini memberikan suntikan pendapatan yang berarti dalam waktu singkat, meringankan beban dan memberikan harapan baru.

    Kegiatan yang penuh makna ini menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya berkelanjutan Satgas Yonif 142/Ksatria Jaya dalam merajut kemanunggalan antara TNI dan rakyat. Di tengah bentang alam Kabupaten Puncak yang unik, tindakan konkret seperti memborong hasil kebun ini menjelma menjadi simbol kepedulian sekaligus dorongan kuat demi kemandirian ekonomi masyarakat setempat.

    (Wartamiliter)

    yonif142 satgaspamtas agandugume papuatengah ekonomirakyat pengabdiannegeri
    Jurnalis Agung

    Jurnalis Agung

    Artikel Sebelumnya

    Satgas Yonif 142/KJ Rajut Kepercayaan Lewat...

    Artikel Berikutnya

    Safari Honai Satgas Yonif 142: Kesehatan...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Dukung PP TUNAS, Kemenag Perkuat Literasi Digital Siswa dan Santri
    Satgas Cartenz Ungkap Jaringan Pasok Senpi Ilegal ke KKB Papua
    Prancis Gelontorkan Rp1,2 T untuk Stabilkan Ekonomi Akibat Krisis Timur Tengah
    Dr. Naf'an: Hukum Tak Bisa Dipesan!
    Advokat Terjepit Etika, Dr. Muhd Naf’an: Kritik Tajam Penegakan Hukum yang Sarat Kepentingan

    Ikuti Kami