Sahabat Banau Dongkrak Ekonomi Kampung Marilaukin Papua Tengah

    Sahabat Banau Dongkrak Ekonomi Kampung Marilaukin Papua Tengah
    Foto: Prajurit Satgas Pamtas RI–PNG dari Yonif 732/Banau melalui program Rosita (Borong Hasil Tani) di Kampung Marilaukin, Distrik Wangbe, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Jumat (27/2/2026).

    PUNCAK - Di tengah denyut kehidupan Kampung Marilaukin, Distrik Wangbe, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, prajurit Satgas Pamtas RI–PNG dari Yonif 732/Banau hadir membawa angin segar bagi perekonomian lokal. Melalui program inovatif bertajuk Rosita atau Borong Hasil Tani, mereka secara aktif menyerap hasil kebun warga, membuka jalur baru bagi kesejahteraan masyarakat perbatasan. Jum'at (27/2/2026).

    Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Serda Derekh bersama personel Pos Marilaukin ini tak sekadar transaksi jual beli biasa. Ini adalah bentuk nyata kepedulian untuk para petani yang selama ini kerap berjuang menghadapi kendala pemasaran di medan pegunungan yang menantang. Dengan membeli sayur-mayur hasil kebun warga pada harga yang pantas, prajurit Satgas memberikan apresiasi tulus atas kerja keras para petani.

    Hasil tani yang berhasil diborong ini kemudian menjadi penopang kebutuhan konsumsi sehari-hari para prajurit di pos. Dampaknya pun terasa langsung, menciptakan perputaran ekonomi yang vital di tingkat kampung tanpa melalui rantai distribusi yang panjang dan berbelit.

    Kapten Inf Sinaga, Danpos Marilaukin, menegaskan bahwa program Rosita adalah bagian tak terpisahkan dari pendekatan teritorial yang dijalankan Satgas. Ini adalah upaya membangun jembatan harmonis dengan masyarakat.

    “Kegiatan Rosita ini bukan sekadar transaksi jual-beli. Ini adalah upaya kami menginjeksi perputaran ekonomi di tingkat kampung sekaligus bentuk apresiasi atas kerja keras para petani, ” ujar Sinaga.

    Beliau menambahkan, stabilitas keamanan dan kesejahteraan masyarakat adalah dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Oleh karena itu, Satgas bertekad untuk memberikan manfaat yang riil dan terasa selama masa penugasan mereka di wilayah perbatasan.

    Sambutan hangat datang dari warga Kampung Marilaukin. Mama Tulina, salah seorang petani, mengungkapkan rasa syukurnya atas inisiatif prajurit TNI.

    “Terima kasih bapak TNI. Dengan adanya program borong hasil tani ini kami jadi lebih semangat mengolah kebun. Kami merasa dibantu dan dihargai. Kehadiran bapak-bapak TNI benar-benar membawa berkah untuk kami, ” tuturnya dengan penuh haru.

    Melalui program “Sahabat Banau”, Satgas Yonif 732/Banau menegaskan kembali peran aktif mereka. Bukan hanya sebagai penjaga kedaulatan perbatasan, tetapi juga sebagai katalisator penguatan fondasi ekonomi masyarakat Papua Tengah, dimulai dari denyut nadi setiap kampung.

    (Wartamiliter)

    sahabatbanau yonif732banau satgaspamtas rosita wangbe kabupatenpuncak
    Jurnalis Agung

    Jurnalis Agung

    Artikel Sebelumnya

    Satgas Yonif 142/KJ Rajut Kepercayaan Lewat...

    Artikel Berikutnya

    Safari Honai Satgas Yonif 142: Kesehatan...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Advokat Terjepit Etika, Dr. Muhd Naf’an: Kritik Tajam Penegakan Hukum yang Sarat Kepentingan
    Buron Tambang Ilegal Samin Tan Jadi Tersangka Korupsi
    Blok M, Magnet Ekonomi Kreatif Baru Jakarta
    Sambut Paskah, Satgas Yonif 600/Modang Percantik Gereja GKI Eklesia Ilaga
    Anggaran Rp268 T untuk Makan Bergizi Gratis Dongkrak Ekonomi Petani dan Nelayan

    Ikuti Kami