PUNCAK - Di tengah keheningan Kampung Jampul, sebuah inisiatif mulia tengah bergulir. Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-PNG Yonif 732/Banau, melalui Pos Jampul, dengan penuh semangat meluncurkan program 'Papua Melek'. Kegiatan ini bukan sekadar mengajar, melainkan membuka jendela dunia baru bagi anak-anak dan warga Kampung Jampul di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, pada Kamis (26/2/2026).
Bayangkan saja, di sebuah kelas sederhana yang jauh dari hiruk pikuk kota, Serda Rifai bersama rekan-rekannya di pos telah menyiapkan papan tulis dan kapur. Dengan sabar, mereka mengenalkan setiap huruf, merangkai kata, hingga membimbing langkah-langkah awal membaca kepada peserta didik yang usianya beragam. Ada raut wajah penuh penasaran dari anak-anak yang antusias mengeja, dan tatapan khidmat dari warga dewasa yang larut dalam proses belajar.

Program ini hadir bukan tanpa alasan. Ia dirancang khusus untuk menjembatani jurang keterbatasan akses pendidikan yang masih menghantui wilayah pedalaman. Tujuannya sederhana namun sangat fundamental: meningkatkan kemampuan literasi dasar masyarakat.
“Kami hadir bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga memastikan masyarakat di wilayah binaan mendapatkan kesempatan belajar yang lebih baik. Melalui program ini, kami ingin memberikan bekal dasar membaca dan berbahasa yang bermanfaat bagi masa depan mereka, ” tegas Letda Inf Djemmy, Komandan Pos (Danpos) Jampul.
Bagi warga seperti Tinus, inisiatif ini adalah angin segar. Ia merasakan langsung dampak positifnya, melihat anak-anaknya perlahan mulai mengenal huruf dan merangkai kata.
“Kami senang anak-anak bisa belajar membaca sedikit demi sedikit. Ini langkah kecil, tapi sangat berarti untuk masa depan mereka, ” ungkapnya dengan senyum tulus.
Program 'Papua Melek' ini sesungguhnya adalah manifestasi pendekatan humanis Satgas Yonif 732/Banau. Ia bukan hanya tentang menjaga stabilitas wilayah, tetapi lebih dalam lagi, tentang membangun kedekatan emosional dan memperkuat fondasi pendidikan bagi generasi penerus.
Di tengah segala keterbatasan sarana yang ada, semangat belajar sederhana ini diharapkan mampu menyalakan harapan dan membuka peluang yang lebih luas bagi anak-anak Kampung Jampul. Komitmen Satgas untuk hadir sebagai mitra masyarakat dalam membangun masa depan yang cerah di tanah Papua Tengah, kembali terukir melalui inisiatif yang menyentuh hati ini. (Infopublik)

Updates.